Beranda » Puisi Kiriman » Aksioma yang tak berdawai

Aksioma yang tak berdawai

Advertisement

aku termenung di gelapnya merapi,
menandakan hati yang aku miliki hanya lah seutas janji yang seharus nya aku dapati,
aku berjalan di malam yang begitu telanjang,
telanjang dengan hal-hal membuat aku begitu sukar,
memahamimu,, mengagumi mu,

lama kelamaan hari itu muncul besertakan dengan ocehan yang begitu panjang,
sehingga aku harus berusaha memancarkan indraku dalam indra mu,
namun kau sesaat bisu disaat peluh ku jatuh dalam kalbu,.
aku rela merasakan senyum bersama mu,
walau pun akhir nya aku akan pergi dengan sejuta gugur nya bunga2,
dan,, ini lah rasa ku,
rasa yang takan pernah sama untuk memahami betapa cerah nya aku memberi mu sejuta impian,

aku seketika bagai kan angin dan tak berdawai
bak kumbang yang hnya bisa berwarna emas,
namun kau selalu saja berlalu,

aku telah melewati 197 hari,,
dan akan kah kau menjadi 200 hari ku ?
menjadi sejuta impian ku..?
dan menjadi matahari serta cuaca yang indah,,
memberiku Rumah Pohon yang lindung
mengenali sejuta bintang
dan menyembunyikan seluruh kemiskinan ku,,

aku sanggup mengukir dunia,
dan memberi mu darmaga untuk hati kita yang sama-sama membisu.

(created by : Rida Adella Pratiwi)

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *