Beranda » Puisi Patah Hati » Tawamu, Dia, dan Aku.

Tawamu, Dia, dan Aku.

Advertisement

Aku terbiasa menikmati luka
Membiarkannya menggerogoti hati

Tertawa adalah caraku sembunyikan air mata
Kubiarkan dunia menyangka aku baik-baik saja
Kubiarkan semesta menutup rasa lelah yang tersimpan di dada

Tertawa adalah caranya menunjukkan rasa cintanya
Dia buat dunia menyangka hanya dia yang mencintaimu begitu dalamnya
Dia buat semua orang percaya hanya dia yang mengerti dirimu sebenarnya
Tanpa pernah dia menyadari ada aku, yang jauh lebih mencintaimu
Yang jauh lebih memahamimu
Yang jauh lebih mengerti binar matamu

Tertawa adalah caramu menyakitiku
Karena dengan tawa itu, aku semakin sadar…
Bahwa aku semakin terperosok dalam pusaran cinta tanpa balas
Tertawa adalah caramu menyudutkanku
Karena dengan tawa itu, aku tahu…
Kau hanya tertawa selebar itu untuknya
Tanpa aku bisa mengartikan tawamu padanya, yang terlalu abstrak
Apakah itu bahasa cinta?

Dan dengan hati kembali tersayat luka, mata kembali basah oleh air mata,
Aku memilih kembali menikmati rasa sakit, sambil menebar tawa
Lalu seisi jagad raya kembali menyangka aku baik-baik saja.

Oleh Atina Ilma

Advertisement

4 thoughts on “Tawamu, Dia, dan Aku.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *