Beranda » Puisi Berpisah » the val’s

the val’s

Advertisement

Hari itu bulan kedua di awal tahun.
Dinantikan banyak pasangan di dunia.
Penuh cinta, coklat & bunga2 yg menghiasinya.
Warna merah muda mjd simbol kelembutan hati.
Begitu pula aq dlm kegelapan malam yg mendamba seberkas cahaya
untukku dapat melihat apa yg ada di hadapanku.

Oleh kata2mu aq hny bisa berangan,
detik demi detik menunggu.
Kuharap kau luangkan sedikit waktu utkku seperti ucapanmu.
Tapi NIHIL..!

Mungkin yg kau katakan hny sekedar lantunan bahasa lidah
layaknya angin semilir yg menyejukkan raga
namun tak lama kemudian hilang.
Angin itu bagiku kesejukan yg penuh sukacita.

Aku hny menunggu dlm hujan hingga tengah mlm
& haripun berganti.
Kurasa aku seperti orang bodoh,
krn seharusnya akupun bersenang2 seperti yg lain.
Kupikir kaupun jg melewati hari itu dgn canda & senyuman,
entah dgn siapa..?

Kau bagaikan kumbang yg menari-nari di antara banyak bunga,
tanpa tau manakah yg hrs kau hinggapi.
Sebab smuanya begitu indah dipandang, warna warni & harum.
Mungkin yg lain tetap tenang, tp aku resah.
Layaknya bunga yg melihat kumbang itu terbang jauh…
Semakin jauh..
Begitu pula aq yg hanya bisa diam & menunggu,
yg nyatanya smua tlh sirna.

Aq tak bisa seperti yg lain,
mengejar pangeran hatinya
yg belum tentu menganggapnya sbg bidadari hati mereka.
Aq tak ingin seperti yg lain,
terjatuh dikerumunan banyak org & ditertawakan.
Mungkin itulah kelemahanku.
Aq mencoba memahamimu,
mendengar cerita2mu walau hanya sepenggal.

Nampaknya yg kucari bukanlah yg kau cari.
Kau msh ingin mengejar impian lain meski adapula sepotong keinginan itu.
Walau sepertinya yg kulihat kau hanya duduk diam dgn permainanmu sendiri.
Hal2 yg menyenangkan bagimu.

Sesungguhnya aq benar2 tak bisa memahami.
Akupun tak mengerti apa yg ada dlm lubuk hatimu.
Aq hny melihat dr binar2 senja yg kau hadirkan.
Kukira ada setetes embun yg akan membasahi dedaunanku.
Tp aq salah..
Mungkin krn rasa yg begitu kuat, mengaburkan segalanya.
Kini matahari telah terbit dr timur, hingga embunmu telah menguap.

Mengingat saat berdua dgnmu begitu menyenangkan.
Saat itu kuharapkan agar denting waktu berhenti sejenak sampai aq merasa cukup.
Cukupmu berbeda dg cukupku.

Kini kubiarkan awan2 di langit biru berlalu.
Kutunggu datangnya malam, hingga tiba saatnya aq terlelap dlm mimpiku.
Berharap saat pagi datang akan ada ketukan di pintu hati, lalu akan kusambut dg riang.
Kuucapkan “Selamat datang CINTA”

Pangeran di mimpiku hadir meraih tanganku,
peri2 memasangkan gaun & mahkota
hingga seluruh dunia melihat bahagiaku datang.
Terpancar dr kerling mata serta lantunan kidung hati
dari seekor merpati yg menggenggam cinta.

karya Diana Leonita

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *