Beranda » Puisi Cinta » Persembahan Untuk Beliau..(Teguran Ibu)..

Persembahan Untuk Beliau..(Teguran Ibu)..

Advertisement

Inilah Persembahanku ..Untukmu Ibu…

Teguran Ibu …Part I
oleh Ananda Priyo P pada 9 September 2011 pukul 11:07
Saat bangun pagi Ibuku pernah berkata..”.

Nak..
Kamu adalah sebuah anak yang lahir bukan dari rahimku..
Tetapi kamu adalah anak yang dikirim oleh Gusti Allah kerumahku..
Orang bilang kamu keluar dari batu…
Orang bilang juga kamu muncul dari pecahan ego jiwa bisu…

Tetapi Kamu adalah anungerah Dari Nya…

By Ananda Toyezz Priyo P.*To Be continue*

………………………………………………………………
Teguran Ibu Part II
oleh Ananda Priyo P pada 10 September 2011 pukul 2:14
Saat tengah malam Ibu berkata dengan pelan-pelan kepadaku….”

Nak…
Sudah waktunya kau bangun dari tidurmu..
Lihatlah bintang diangkasa itu sedang memanggilmu..
Lekaslah ambil air wudlu dan duduk diruangan penjaga hatimu..
Yaitu Sang Maha Qolbumu….

Karena sesungguhnya malam menuju pagi..
Membuatmu lebih bersyukur dan tafakur kepada Sang Ilahi…

Jama’ah Shalat Tahujud Lebih Indah …Nak..”

By Ananda Toyezz Priyo P…..*To Be continue*………………………………………………………………

Teguran Ibu part III
oleh Ananda Priyo P pada 11 September 2011 pukul 5:30
Malam bertemu pagi sudah..
Ibu mendekatiku kala selesai kutunaikan Sunnah-Nya.

Nak..
Kenapa kau terlihat murung bagai langit berkabut asap hitam?
Janganlah kau tutupi apa-apa dariku
kamu adalah jiwa ragaku meskipun kadang kau kelam
Dan juga kau sedang berbunga pada saat musim kemarau..

Sudahlah..
Bidadari cantik akan mencintaimu
Jika kamu juga mencintainya dengan tulus ikhlas tanpa lelah
Niscaya Gusti Allah merestuimu dan mengijabimu dan nyata mimpimu
Karena Gusti Allah bersama orang yang sabar dan tabah ….

Ayo kita subuhan dulu ya nak…

(Dalam benakku …Terpancarlah cahaya Ibu menyinari langkahku)

By Ananda Toyezz Priyo P…*to be continue*……………………………………………………………………..

Teguran Ibu Part IV
oleh Ananda Priyo P pada 12 September 2011 pukul 5:23
Pukul 03:00..
Ibuku membangunkanku dengan lembut bisikannya..
kemudian aku terbangun karena Ibuku berpamitan tuk kepasar menjajakan dagangannya..
Namun Ibuku melihat selembar gambaran kemewahan yang berada didadaku..
Sehingga Ibu menanyakan itu kepadaku…

Nak..
Gambar itu mewah tampaknya…
Apakah kau ingin mendapatkanya?
Apakah nanti kau bahagia?
Dan akhirnya kau merasakan lega…??..

Lalu ku menjawab dengan lirih kepadanya..”

Ibu..
Nanda ingin membuat ibu bahagia dengan menaikinya
Dan ibu bisa tak kelelahan dalam mengais rejeki-Nya…

Nak..
Ibu tak minta emas atau permadani darimu
Ibu sudah bahagia bila kamu lebih bijaksana dalam hidupmu..
Janganlah menginginkan sesuatu yang menurut menghilangkan duka lara Ibumu..
Tetapi buatlah Ibu tersenyum bangga kepadamu karena hanya semata-mata Ridho dari Sang Maha Qolbu..

Ingat Nak..
Kau slalu mengisi bukumu dengan kata-kata sosial..
Yang membuat semua Insan merasakan senang atas karyamu..
Bahkan bisa memberi arti bagi sesama berupa coretan bekal..
Namun sekarang kamu melupakan tentang kesederhana dalam setiap mengambil keputusanmu…

Lihatlah yang saudaramu yang tidur beralasankan tanah..

Saudaramu yang beratapkan langit yang bisa membuat hati mereka pilu..
Tetapi ..saudaramu tetap Ikhlas dan tabah karena Allah…

Dan juga saudaramu slalu sabar menjalani hidup yang terkadang tak menentu…

Prakteklah Tulisanmu ..
Sehingga tak menjadi palsu…

(Air mataku menetes bersalah akan kemauanku)..

Ayo bangun dan segeralah memohon Ampun-Nya..Nak..

(Cahayamu adalah kasih sayangku ..Ibu..)By Ananda Toyezz Priyo P

……………………………………………………………………………

Teguran Ibu Part V
oleh Ananda Priyo P pada 14 September 2011 pukul 19:44
Saat sore menuju malam..
Kududuk berdua dengan sang bunda ..
Membuatku tenang walaupun diam..
Karena aku menunggu petuah darinya…

“Selang beberapa saat..”

Nak lihatlah warna sore itu..”
Berlalu lalang penghuni dunia sedang menuju rumahnya..
Mereka ada yang lesu nan lelah karena seharian bekerja..
Mereka juga gembira nan bahagia kala senja ditutup dengan upah..
Karena mereka ingin memberikan kepada keluarganya ruang damai tanpa gelisah…

Mungkin terkadang pula mereka sedih akan hasil yang digengam..
Karena takut jiwa-jiwa yang dicintainya menangis diwaktu malam…
Tetapi inilah hidup,
Yang kita tak tahu kapan kita terang dan redup…

Nak..
Bunda berpesan..
Kelak kau diatas bermahkota emas …
Janganlah kau merasa kurang akan sandang,papan dan pangan..
Karena bunda yakin kau akan terjungkal terkubur lemas…

Hanya satu …!!
Kesederhana paling utama..
Rendah hati saat sang Ilahi mengujimu..
Niscaya kebutaan dunia tak merasuk dijiwa….

AKu tak berucap,hanya diam dan merenung.lalu mencium tangannya..”

By Ananda Toyezz Priyo P..

………………………………………………………………….
Teguran Ibu Part VI
oleh Ananda Priyo P pada 16 September 2011 pukul 8:15
Sebelum Bergegas meneruskan masa depanku..
Udara Pagi bersama tutur kata Ibu..
Membuat haru hidupku…

Secangkir Teh Manis bersama..
Dengan roti sagu dan bertebar senyuman juga…

Nak..
Tampaknya wajahmu dirudung malu..
Sehingga teh manismu terasa pahit dilidahmu..
Dan roti sagu itu menggambarkan wajah jemu nan pilu..
Apa yang membuatmu begitu….???..

Ibu ..
Nanda Malu karena tak seperti kesatria lugu..
Yang slalu salah didepan ratu..
Tapi nanda tahu keterbatasanku..Ibu…

Nak..
Kamu tahu anak kecil yang berbaju compang camping..
Kamu tahu Ibu,Gadis terlantar dan orang-orang jompo berbalut setengah benang..
Apa mereka malu hidup laksana batu..
Apa mereka salah bila setengah helai baju terpakai ditubuh itu..??..

Nak..
Janganlah kau seperti binatang yang berbaju kerajaan,,
Bila hanya untuk menjadikan jiwamu memuja kesombangan..
Dan janganlah malu bila hidupmu bertiang serba kekurangan..
Karena sesungguhnya kesederhanaanmu menjadikan Ibu kelak bahagia diakhir zaman…

Janganlah palsukan hidupmu.
Penjarakan hidupmu dengan kesederhanaanmu…

Dan ku berpamit
Lalu Ku bergegas pergi dengan tetesan semangat baru…Terima Kasih Ibu..

By Toyezz..
…………………………………………………………………..

Teguran IBunda Part VII
oleh Ananda Priyo P pada 24 September 2011 pukul 20:59
Malam tlah berlanjut..
Detak jam dinding mulai juga ikut..
Saat ku duduk bersama Ibunda yang lemah lembut..
Membuat jiwaku seperti ditepian laut..

Dan
Percakapan malam pun tlah digelar oleh Ibunda..

Nak..
Malam ini bunda tak melihat kau tersenyum.??.
Ibarat bulan dan bintang sedang berperang diwajahmu…
Kenapakah kau anakku…??
Bicaralah dengan tutur sopan bahasamu..

Ibu,..
Nanda tak mungkin tidak tersenyum untukmu..
Walau malam bintang dan bulan sedang beradu..
Namun jiwaku sedikit resah karena merindukan senyumnya yang jauh itu..Ibu..”
Maafkan nanda bila membuat tak nyaman duduk bersamaku..

Nak..
Lihatlah pohon rindang itu..

Yang slalu membuat sejuk bagi yang berteduh..
Batangnya Tak memandang dari mana yang singgah sementara disitu.
Dan tak pernah mengeluh..

Nak..
Contohlah pohon didepan rumah kita..
Kuat menahan angin dan hujan deras..
Memberi kesejukan bagi yang memandangnya..
Namun tetap tumbuh dan mekar tanpa takut ditebas…

BIla hati hatimu gundah karena cinta.
Beranjaklah dan wujudkan dengan nyata..
Bila jiwamu merindukan kesejukannya..
Tersenyumlah walaupun bathin tersiksa ..

Niscaya bathinnya merasakan kerinduanmu yang tertata indah..
Bangkitlah dan raihlah cintamu dan lenyapkan pedih dan gelisah…

Dan akupun terdiam..
Dalam benakku berkata “Kesedihanku Harus Aku Bukam..”

Terima Kasih Ibu…

By Toyezz,,
………………………………………………………….

Teguran Ibunda Part VIII
oleh Ananda Priyo P pada 29 September 2011 pukul 23:57
Angin dari timur terdengar lirih dari ufuk timur..
Nampak kayu berpeluk dengan jamur..
Namun jiwaku tak berada dilumpur..
karena senyuman Ibunda menemani duduk dengan secangkir anggur..

ku mulai percakapanku dengan beliau..

Ibu..Sedang apa ..?
Apa malam ini rejeki kotak kita terisi,,?

Nak..
Ibu,Sedang memilih beras yang nampak bercampur dengan batu..

Aku tertunduk malu…

Nak..
Kenapa dengan raut wajahmu?
Tadinya ceria penuh senyuman,
Tapi seketika kau nampak pohon tumbang nan layu..
Janganlah kau tunjukan kesedihan yang berwujud penyesalan..Nak..”..

Ibu..
Maafkan aku jikalau kendimu tak terisi dengan keringatku..

Maafkan aku bila hanya sebutir dan setetes nikmat yang bisa kupersembahankan untukmu..
karena hari ini laju kaki terhenti oleh hujan batu…

Anakku…
Ibu tahu redupnya hari,Dan terangnya hati..
Jikalau memang air telah surut.Ibu tak akan slalu menuntut..
karena esok kan ada hari pasti ada segumpal kenikmatan dari_Nya..

Nak..

Lakukan apa yang membuat tenang dan tetap dijalan-Nya..
Karena kelak tak ada penyesalan yang tertanam diatas kepala..
Sehingga Ibu bangga disurga nantinya…. nak..

Aku tak dapat menahan air mataku..
Jatuh diatas nasiku…
Terima kasih Ibu…

By toyezz……………………………………………………………

Teguran Ibu Part IX
oleh Ananda Priyo P pada 24 Oktober 2011 pukul 17:44
Langit terlihat cerah pada sore hari,
Terlihat warna Sang matahari sedang mengakhiri,
Karena Sang bulan mengitip dari ufuk timur tuk mengganti,
Sedangkan masih ku lihat berlalu lalangnya insani demi sebutir dari Sang Ilahi…

Namun ku beranjak pulang,
Walaupun keringat masih membasahi badan,
Bahkan tiada butiran yang tergengam ditangan,
Tetapi ku tetap sadar akan karunia Tuhan..

Pelan tapi pasti,
Akhirnya aku singgahi gubuk yang sembuhkan hati,
Yang berisi kesejukan dan kedamaian kala kalimat terlontar dari Sang Bundaku,
Karena dengan ikhlas senyumanya dipersembahkan untukku…

Berselang kemudian teguran indah terdengar olehku..

Assalamulaikum Nak…

Wa’alaikumsalam Ibuku,
Sembari senyum merekah-kah,
Menggilas semua rasa gelisah…

Nak,
Masukan dulu rodamu,
Cucilah wajahmu dengan berwudlu,
Agar segala lelahmu tersingkir jauh dari ragamu,
Hingga kau bisa nikmati malammu..

Hela nafasku,
Bibir menjawab syahdu,
“Baiklah Ibu…

Maaf Ibu,
Hari ini nanda tak bisa mengisi pundimu,
Tiada pula Sang dewi sri didapurmu,
Hanya sepotong roti dari tuan tanahku,
Yang bisa ku persembahkan untukmu, Ibu….(Dalam hati,menangis pilu menjerit-jerit)..

Nak,(dengan sentuhan lembut kepundakku)..
Ibu tak kecewa kepadamu,
Bahkan memakimu dengan kata mengotori jiwaku,
Ibu senang slalu dengan jerih payahmu,
Walau hanya sepotong roti yang kau bahwa tuk menghiasi piring dirumahmu…

Nak..
Dalam hidup,Kita harus slalu merasa cukup,
Walaupun kadang badai datang mendera jiwa,
Bahkan bathin kita slalu menderita,
Tetapi ibu minta,janganlah slalu berkecil hati dengan guratan duka didada…

Nak,
Selesaikan pelan-pelan semua kesempitan yang menyempitan duniamu,
Walau ancaman deras direlungmu,
Karena sesunguhnya Allah Maha Tahu segala kesakitamu,
Bersujudlah slalu dimanapun keberadaanmu,
Niscaya masa depan indah ditanganmu…

Nak,
Ibu tahu semua mimpimu,
Namun jangan terlalu tinggi menaikinya,
Agar kelak kau tak jatuh tersungkur dan lara menusukmu,
Bahkan menghilangkan nyawa yang berharga tuk sebuah yang semu,
Karena semua yang dunia ini hanyalah titipan Sang Maha Qolbu…

Ayo nak,
Kita makan hasil dari jerih payahmu,
Agar tak kosong perutmu…

Dengan haru,
Mata berkaca-kaca sendu,
Ku menyambut santapan menuju malamku…

Terima kasih Ibu….
Teguranmu membeningkan jiwaku…

By Toyezz..

……………………………………………………….

Teguran Ibundaku Part X
oleh Ananda Priyo P pada 20 November 2011 pukul 6:42
Malam bertemu pagi sudah..
Kilau matahari menuju Dhuha,
Dan ku dengar gerak penuh wibawa serta jumawa,
Mendekatiku kala selesai tunaikan Sunnah-Nya kepada Allah..

Ternyata Ibuku yang membawa secangkir teh madu
Tanpa gula batu..

Dan percakapan dilayangkan beliau,
Kepadaku..

Nak..
Kau tampak letih sekali ya.?
Istirahatlah dulu dengan sandarkan ragamu diruangmu,

Namun tiba-tiba bertanya lagi kepadaku..”

Nak,
Ceritakan pada ibu dari hati kehati tanpa ragu dan palsu,
Janganlah kau tutupi apa-apa dari ibu,nak..”
kamu adalah jiwa ragaku meskipun terkadang jauh dari padanganku
Dan juga terkadang kau dekat dipangkuanku…

Ibu,
Nanda tak letih maupun lelah,
Namun nanda hanya sedikit gelisah tentang hidupku,
Yang terkadang sering resah mengalahkan tabah..
Hingga nanda terkadang tak tentu membatu pilu…

Nak,
Lihat burung yang dipagi hari,
Terkadang mereka malas tuk penuhi melangkah pergi,
Mungkin karena cuaca hati ataupun gelisah memuncak tinggi…
Hingga mereka tak beranjak dari perapian dunia ini,

Nak,
Lelah memang sering hinggapi diri,
Bahkan tanpa kita sadari melekat dinurani setiap insan dimuka bumi ini,
Namun janganlah kau terpaku pada penyakit hatimu,
Berdirilah dan melangkahlah walaupun ada luka dihati terpatri diragamu..

Anak ku..
Hidup ini terus berjalan seperti roda pada sepadamu,
Kalau ada kerikil tajam menusukmu,
Janganlah kau kedepankan asamu,
Pupuslah dengan kesabaranmu dan imanmu,
Karena hanya itu lah menyembuhkan jiwamu tuk meraih kedamaian hatimu…

Tetapi,
Setelah kau meraih mimpimu,
Janganlah berlaku seperti raja bengis dengan wajah kesombonganmu..
Karena itu adalah awal kehancuranmu dalam hidupmu,
Dan penyesalan tiada guna lagi,saat kau jatuhkan air matamu…

Aku terdiam dan merenungkan setiap kata demi kata ibuku..
Dan ku menjawabnya dengan bahasa sopan santunku..

Insya Allah Ibu..
Dengan senang hatiku,
Kulaksanakan baitmu…

By toyezz..
……………………………………..

Dari semua coretan ini…semoga bisa mewakili rasa cinta,kagum kepada beliau…salam

by toyezz..

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *