Beranda » Kata Cinta » Kartosuro

Kartosuro

Advertisement

KARTOSURO

Tersirat serpihan hati sepanjang malam di Kartosuro.
Kini hanya menjadi debu yang diterpa angin malam.
Ada cerita di sepanjang Kartosuro, sungguh hanya aku yang tau.

Sungguh Malam tiada ia.
Malam itu aku hanya pelontar akustis.

Aku trus menanti lontaran akustis darinya.
Tapi yang kurasa Nihil menyapa.
mungkinkah aku yang tidak memeka??

Mungkinkah ini akhir cerita???
Namun aku sudah hilang akal tuk menyusuri paragraf selanjutnya.
Hingga batas akhir kalimat di sepanjang Kartosuro.

Sayangnya hingga di penghujung cerita.
Ku tak pernah tau balasan akustis darinya.

Puisi ini karya : Jauhar Fahdida

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *