Beranda » Kata Cinta » enggan

enggan

Advertisement

helaan panjang nafas yang masih melekat
terbentuk dari sejumput memori akan masa lalu
saat aku dan dia masih merajut cinta
dipeluk indahnya asmara berdua
sudah berakhir,
berakhir seperti setahun kemarin

memulai..
itu yang ku-enggani!
saat rasa yang aneh itu menjalar diseluruh tubuhku
jadikan aku berubah
perasaan yang mengajakku menentang melawan ego dan mau
memasrahkan diri pada seorang wanita
merebahkan hati dipelukannya
berjuang melewati segalanya untuk satu senyuman dan satu jam lebih lama dengannya lagi dan lagi,
mendengarkan suara dan ribuan kata,
menikmati setiap tatapan mata dalam hembusan nafasnya,
menyentuhnya, menjaganya, bertanggungjawab atas ujaran-ujaran janji, menyaputkan air mata dan keringat,
menenangkannya, menentramkannya,
menyanyikan lagu-lagu kesayangannya,
verbalkan selamat malam,
ceritakan dongeng yang mendamaikan, menjadi apa saja yang ia mau,
membelanya bahkan dihadapan diriku sendiri hingga menerima tusukan dibelakang punggungku… Cinta, untuk cinta!

Cinta, taukah kau?
Tawanya adalah candu dalam darahku, haus diinginku
tatap lembut matanya adalah lapar dinafsuku
Kalimatnya, maunya adalah yang menghidupi langkahku
Sentuhannya adalah energi yang mendegupkan jantungku

Serasa lenyap aku ketika cinta, hati, raga pun jiwanya tersaput larut
Terbawa arus cinta seperti yang diingininya..
Tiada aku menyesal telah persembahkan segalanyaku!

Sendiri, ditemani sepi…
Sekelebat enggan tersisip didinginnya malam ini..
Enggan lagi..
Takut?
Mungkin itu, tapi bukan!
Enggan menapaki jalaran waktu,
Enggan habiskan detik berdua memadukan beda terlebih jika ujung cinta hanya berakhir dimuramnya kata pisah
pun takkan pernah kuserahkan pada dia yang tak kenal cinta sejati
biar perbedaan tetap merenggangkan kita

Aku terus mencoba menghirup aroma sepi
nikmati manisnya, selami pahit
dalami kesendirian
Aku akan bahagia
itu yang ada dirasaku
dan akan makin bahagia
terus bahagia
denganmu, tanpamu

Ada cinta yang takkan mati untukku
merengkuh rapuhnya aku
menerimaku
tak akan kunantikan
yang aku tahu
Ia tersedia dan bersegera
untukku
hanya untukku
.
..
hingga kematian memisahkan!

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *