Beranda » Puisi Cinta » Beri Aku Waktu Satu Hari Lagi

Beri Aku Waktu Satu Hari Lagi

Advertisement

Berikan aku waktu satu hari lagi…
…sebelum aku mati.

…yaitu hari dimana aku bisa menjemputmu pulang.
Kutunggu di tempat aku biasa menjemputmu.
Setelah itu, kau bebas boleh menyakiti aku.

…yaitu hari dimana kau bertanya: Dimana kamu?
Aku terengah-engah menuju kamu.
Aku sendirian berpacu dalam waktu. Mengejar kebahagiaan.

…yaitu hari dimana kamu memasang wajah cemberutmu itu.
Kau berduaan dengan, tiang listrik itu, menunggu. Aku.
Meski kecewa, itulah puncak kebahagiaanku:
Merasakan kehadiranmu dibelakangku.

…yaitu hari dimana kita mengobrol di tempat kau turun, di depan gang rumahmu.
Kau, seperti biasa, selalu tersenyum dan tertawa jika ada aku.
Senyum itulah yang menghidupkan aku.
Senyum itulah udara bagi jiwaku, yang sempat mati.

…yaitu hari dimana tangan kita bermain-main.
Mencabuti daun-daun hijau.
Melempar-lempar kebahagiaan ke wajah kita masing-masing.

…yaitu hari dimana kau mengatakan kata sakral itu: Aku cinta padamu.
Aku rindu hari itu, hari yang tidak akan pernah datang lagi.

…yaitu hari tak ada aku-kamu, milikku-milikmu, punyaku-punyamu.
Yang ada hanya kita, milik kita, punya kita.
Cinta kita.

…yaitu hari dimana kau duduk di depan mesjid tua itu.
Kau meminta sesuatu yang tak bisa kulakukan.
Maaf aku mengecewakanmu.

…yaitu hari dimana aku lewat rumahmu.
Bukan rumah itu yang menarik hatiku.
Tapi penghuni rumah itu yang kucintai.

…yaitu hari dimana aku sebut namamu di depan anak-anak itu.
Aku dan mereka menyanyikan lagu itu untukmu.
Dan mereka senang dirimu sebagai kekasihku.

…yaitu hari dimana aku mencintaimu tanpa khawatir cinta yang lain.
Kamu mencintaiku tanpa khawatir cinta yang lain.

…yaitu hari dimana aku mendengar suara tangismu yang menangisi aku.
Tidak, aku ingin melihatmu menangis.
Tangis kecewamu yang memutuskan harapan hidupku.

Kuharap ketika kau membaca atau mendengar ini, kau mengingatku.
Sebagai orang yang pernah jadi kekasihmu.
Sebagai cinta yang belum pernah kau rasakan manisnya.

Kuharap ketika kau membaca atau mendengar ini, aku sudah mati.
Supaya kau menyesal pernah dicintai, oleh cinta yang begitu besar. Namun kau tak sadar.
Supaya kau bangga pernah dicintai, oleh cinta yang begitu besar. Namun kau tak sadar.

Kuharap ketika kamu sendirian, yang kamu ingat adalah aku.
Kuharap di dalam kegelapan, yang kamu lihat adalah aku.
Kuharap ketika sunyi menghampiri, yang kamu dengar adalah aku.

Dengarkanlah dan bacakanlah, permintaan (maaf) yang hari ini kusampaikan.
Inilah wasiatku.
Jika kelak kau membacanya sesudah aku mati, maafkan aku ini.
Maaf jika aku tak pernah membahagiakan kamu.
Jika kelak kau membacanya sebelum aku mati, tolonglah aku ini.
Berikan aku waktu satu hari lagi, agar aku bisa membahagiakanmu.

Akankah kamu memberikan hari terakhirku itu, sayang?
Akankah kamu memberikan permintaan terakhirku itu, sayang?
Akankah kamu memberikan waktumu untuk kubahagiakan dirimu, sayang?
…sebelum aku mati.

Puisi ini karya: MR

Advertisement

4 thoughts on “Beri Aku Waktu Satu Hari Lagi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *