Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Doa yang tak terkabul

Doa yang tak terkabul

Advertisement

Terdengar suara rintihan,
Begitu pilu dan mengharukan,
Sesosok pohon tua ditaman,
Dialah sang penyebar suara,
Air matanya keluar dari sela-sela ranting,
Pohon tua itu hampir tumbang,
Karena batangnya dimakan rayap,
Dan sudah lapuk pula,
Daunnya mulai berguguran,
Dan tak mampu tuk berbuah lagi,
Dengan nada lirih,
Dia berdoa pada sang tuhan,
Meminta supaya kelak dia berguna setelah mati,
Begitu malang nasibnya,
Alam mulai tak bersahabat lagi,
Angin badai dengan angkuh menghantam,
Disertai hujan lebat yang mengguyurinya,
Sang pohon tua mencoba bertahan,
Dengan sepenuh semangat dan kegigihannya,
Tapi apalah daya,
Dia tak sekuat dulu lagi,
Dia mulai roboh,
Tubuhnya menimpa keindahan taman,
Bukan karena doanya tak terkabul,
Atau memang itu takdirnya,
Keesokan hari,
Dia dibakar tanpa alasan yang jelas,
Menjadi abu,
Dan dihempaskan angin tanpa tersisa,

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *