Beranda » Puisi Hati » Aku bukan malaikat

Aku bukan malaikat

Advertisement

Tegak tegar menatap langit,
teriakan keras memecah sepi,
bayangan indah dimasa lalu,
cerita cinta yang pernah tertulis,
semua hancur oleh coretan tinta hitam,
pikiran melayang saat kaki mulai lumpuh,
menapaki jalan terjal dan tandus,
rumput kering disamping kaki yang seolah pasrah pada kematian,
mengingatkan diri pada derita yang kini dialami,
air mata menetes ditanah tandus dibawah terik matahari,
sebagai bukti betapa lemah dan tiada berarti,
jiwa yang dulu tegar kini melemah,
hati yang dulu bahagia kini penuh dengan kesedihan,
saat derita terasa sangat menyiksa,
aku hanya bisa berdoa kepada sang kuasa, maafkanlah aku telah mengecewakan dia,
membuatnya menangis,
dan menggoreskan luka disisa hidupnya,
semoga dia bahagia dialam sana,
walau air mata bukanlah jawaban,
apalah dayaku aku tak bisa berbuat apa-apa,
aku hanyalah manusia yang penuh akan dosa,
diri ini hanya bisa berkata aku bukan malaikat.

Advertisement

21 thoughts on “Aku bukan malaikat

  1. Fitnahmu.

    Begitu banyak desiran kata
    hinga perih hati ini ku rasa
    hingga sakit hati ini kurasa

    kenapa..? kau begitu tega katakan itu untukku
    kenapa..? Kau begitu gampang katakan itu untuk ku
    padahal semua itu aku tak tau
    untuk ku kau tak apa katakan itu

    tapi…untukmu…..
    Mungkin kau sudah tau apa itu fitnah
    tapi kenapa kau begitu berani menfitnah ?
    Sungguh ku tak mengerti semua ini

    kau seakan bangga katakan itu untuk ku
    dan mungkin kau merasa sukses
    atas fitnahmu yang takkan pernah kum ma’afkan

    @giel c_m. Yardlah

  2. seringkali ku brkata pdamu
    “jka kau mnemukan seseorang yg lbh
    baik driku yg bs mmbuatmu lbh
    bhagia, pergilah & tmukan
    kbhagiaanmu, wlw itu tak bersamaku”

    tapi kau sllu mnjawab,
    “kamu sudah cukup untukku”

    trkdng aku brfikir, benar atau slahkah
    yg kukatakan?

    tak lama kutemukan sbuah pepatah yg
    mngatakan
    ” Seseorang yang memang
    pantas utkmu tdk akan prnh
    berkata: “Kau pantas
    mendapatkan seseorg yg lbh
    baik dariku.”

    dan kini ku sadar, bhwa apa yg
    kukatakan adlh salah,
    dan kuingin memilikimu selamany

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *