Beranda » Puisi Harapan » Sebuah Ironi Yang Bisu

Sebuah Ironi Yang Bisu

Advertisement

Aku bukanlah pria yang berani menerjang luas’y samudra cinta

Aku hanyalah sebuah ironi bisu yang berusaha masuk ke dalam elegi hatimu

Karya: Ironi Bisu

Advertisement

4 thoughts on “Sebuah Ironi Yang Bisu

    • Aku berbisik pada pasir
      Berbicara tentang ia yang tak lagi bisa ku gapai
      Sementara sang kumbang menertawakanku
      Mendengar bisikanku pada pasir

      Tertawa, karena aku begitu rapuh pada cinta

      #cinta itu memang pahit kawan. . .:-)

  1. salam kenal….kawan
    setinggi langit di pangkuan kaki
    dan angan di kepalan…

    Biarkanlah…keringat mengalir
    menuju muara.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *