Beranda » Puisi Pesan » Antara Asu dan Munyuk

Antara Asu dan Munyuk

Advertisement

bila aku tak disebut Asu….
maka sebutlah aku munyuk ( kera)……

aku bukanlah sepolos wajah dalam basahan air……
bukan pula selaras dengan mulut djancukku mengucap….

jika kau tak pandai memanggilku Asu…panggillah aku munyuk…..
kugadaikan restu ibuku pada kekayaan hayalan-hayalan djancukku…..
dan bila ibuku bertanya….kenapa kau tak sehebat kawanmu yang pintar perbaiki diri dari dosa-dosa menyetubuhi kaum hawa….
“ibuku…..anggaplah anakmu ini belajar jadi orang” karna jauh disana anakmu masih pantas dipanggil anjing dan kadang munyuk……

jika kau tak pandai memanggilku asau…maka panggillah aku munyuk….
yang setiap geriknya adalah kebinatangan serta janji2 surga sebagai pelengkap hari…..
bila ibuku bertanya kapan kau cukupi hidupmu sendiri….
” ibu….aku tak pernah belajar mencari nasi…tapi mencuri nasi dengan gayaku berdasi”…
karna jauh diluar sana anakmu ini lebih suka menjual janji dibanding menjual diri…..anggaplah anakmu ini baru belajar berlari…yang dengan gaya Asu berlari pula dari masalahnya…..

jika kau tak pandai memanggilku Asu…..panggillah aku munyuk…..
yang dengan rakusnya melahap setiap buah dzakar yang tumbuh disamping serta didepan rumahku….
anggaplah aku ini Asu yang berjuang tuk sekedar dianggap manusia oleh rekan dan lawan…..

jika kau tak pandai memanggilku ASU…panggillah aku MUNYUK…..

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *