Beranda » Puisi Berpisah » TITIK

TITIK

Advertisement

selekas kau memuntahkan berlaksa magma

aku melepuh jadi huruf

disepuh cinta aku disapih kata

lalu kepada kalimat kau meratap meminta jadi makna

sampai paham…

dikutubmu rapat terkatub kitab yang mengutip kisah kesiapku

dalam hening yang bening kau usung rindu dan betapapun senyapnya !

larik lirik ini jua bermula dari titik

yang tiap detik tak henti mericik

maka akulah kembara yang mengelana mengendarai titik

dibawah huruf ba’ menuju tuju pintu surga

akulah yang mendamba kasroh menjadi perahu nuh

yang kelak akan bersauh, melabuh di miim

aku musafir yang hijrah, dari entah lalu mendiam dipasrah

kudengar kau dipurba

sinarmu memijar dikobar cahaya

berpendar dalam denyar bara

lalu hurufhurufmu mencerap, menyumbar menyembur gelap

katakatamu melafal, menggores menggerus pekat

kalimatkalimatmu menyemai, diruang meraung lebat

maknamaknamu mengelupas, berperancah membedah sekat

maka, kaulah. titik

tongkat musa yang membelah laut merah

seruling dawud yang melelapkan segala sampai meranggas

cincin sulaiman yang menggeriapkan syetan dan jin

sampai ketika adam terlempar di bumi hambar

karena mantramantra surga dilumat khuldi keparat

bermula dari kau…

dari bias noktah yang melayarkan aku untuk menyatakan asma

aku ditakdir bertitah saat kau tertatih

dibawah lengkung yang merangkum seluruh ayat

maka, aku paling indah dari segala mukjizat

lalu kepada bahtera itu

aku berputar

melingkar

berpusar

memudar

dilaut

mewujud ditiap sujud

akulah mula dari syair

puisi

bait

sajak

madah

gita

akulah awal dari sabda

ayat

suroh

sampai firman

dari dan kepadamu

19 pintu neraka mengatup

mengalun lanun aku fana oleh baqo’mu

aku mengada lalu meniada

dari titik…

26092011, 1.22 malam

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *