Beranda » Puisi Masa Lalu » Tentang Kemarin (Dan Hal Yang Menyenangkan Perlahan Memudar)

Tentang Kemarin (Dan Hal Yang Menyenangkan Perlahan Memudar)

Advertisement

Ada hari yang biru
Ketika semua tawa itu menjadi satu
Ada hari yang kelabu
Disaat semua tekanan beradu
Ada bunga yang bermekaran di taman
Lalu dipetik oleh sang kumbang dan bersemi
Ada semut-semut kecil didinding yang berjajar
Menjadi setia untuk saling mengisi, dan berarti
Ada yang retak lalu terpisahkan
Ada keramaian ditengah kekosongan
Cahaya merah menyala untuk menang
Tetes keringat mengalir tak tertahankan

Perlahan menghilang dan tak kembali
Sesekali terlihat samar dan menyapa
Kemudian lenyap dan menghilang kembali
Rindu untuk dikenang atau mengenag

Hingga satu per satu daun jatuh dari batang pohon
Yang telah tumbuh menjadi besar dan berbuah manis
Ada yang tersisa tinggal beberapa
Mungkin akan jatuh juga secara perlahan
Melihat yang lain yang telah tiada
Tetapi pohon itu tetap tumbuh dan berbuah manis
Dan daunnya akan tetap berlubang bahkan layu dan terjatuh lagi
Lalu sang pohon menumbuhkan lagi menjadi daun yang berlubang
Berulang-ulang entah sampai kapan

herman subarkah

Advertisement

6 thoughts on “Tentang Kemarin (Dan Hal Yang Menyenangkan Perlahan Memudar)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *