Beranda » Puisi Cinta » “NGELAMUN”

“NGELAMUN”

Advertisement

Tanyalah pada rumput bergoyaNG
Apa yang slalu ku bayang
Tanyalah pada rumput bergoyaNG
Apa yang slalu ku bayang
Apa yang biasa ku urung
Apa yang slalu ku kenang
Cerita ini bagai berepisodE
Senantiasa bertahan di tiap ronde
Kala memudar bak matahari sore
Kala juga diri ni bertele2
Semua tuk hapus rasa sesaL
Dari tingkah laku yang berandil
Bukan sekedar takdir melahir ajal
Kini ku menulis jua bukan semata bual
Tapi raungan sebuah realitA
Yang lama membendung tak terkata
Juga terbendung karna terpesona
Yang jua hiasi walau hayalan saja
Bisu karna terlalu lama memendaM
Karna rindu yang sangat amat dalam
Sebuah perih di kisah silam
Perih hati menusuk menghujam
Berasing ku juga bukan merajU
Tapi ku merajut hati dari kelabu
Ku sadari langkahku tak maju
Tapi ni bangun visi jua bukan mengadu
Lalu juga berada kenangaN
Hikmah tuk timbang di berpandangan
Walau terkeok dalam capai keikhlasan
Juga kesan tulis dalam rangkaian

(karya : dian a. noor)

Advertisement

2 thoughts on ““NGELAMUN”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *