Beranda » Puisi Ibu » Tentang Rinduku Padamu Ibu

Tentang Rinduku Padamu Ibu

Advertisement

Untuk Bundaku yang tercinta

Dengarkan hati yang berbicara
Saat gelap mendayu-dayu
Dan langit yang tak lagi bersuara

Sepi menelan pahit hidup yang getir
Tak pernah mau mengerti tentang nurani
Tumbuh mengakar menutupi semua sendi pertahanan

Ketika sepi semakin mendesak rindu semakin pula memburu
Memenuhi semua relung-relung kosong
Tak menyisakan sedikit ruang untuk teriak ada dan tak ada

Waktu semakin memburu mendera
Menusuk menukik di lembah pertahanan terakhir
Tubuh goyah tertatih-tatih kaki menanjak
Mendera rindu di wajahmu yang jauh

Di air matamu yang kini kering merindu
Ada satu nama yang membuatmu kuat tuk berdiri tegar
Ada dia yang memberimu ruang waktu dan kesempatan
Tuk berpikir sejenak
Mencari titik-titik kebahagiaan dan kedamaian

Namun hati ibarat pelepah kurma yang ranum
Bersender bagai petuah tua yang tak lagi ramai dibicarakan
Semakin jauh dari pembenaran

Isi hati semakin terkuras habis
Semakin sulit tuk dipahami dan dimengerti
Jalan-jalan semakin sepi
Hembusan angin semakin lama semakin dingin menyengat
Tak berarah dan tak berujung pangkal

Semua telah menyatu dengan ribuan pertanyaan yang tak pernah terjawab
Semua semakin menancap tajam, runcing bagai pisau belati yang setiap harinya diasah
Adakah ia bertanya tentang risau rindu dan pengorbanan hingga semua sulit tuk ditebak
Oh sungguh rindu ini semakin di ujung mata
Gelap kelam tak berselimut
Menusuk tajam hampir menghentikan aliran darah
Menutup menyumbat semua kehidupan

Jika mampu ku berlari aku ingin berlari lagi sebab rindu ini semakin memburu dan susah ditebak
Jika mampu menolong berikan seteguk air untukmenghilangkan dahaga tentangnya
Menderu dan meniup angin yang bertiup kencang
Menemani bintang bernyanyi dan melantunkan puisi indah tentang rindu
Tentang tangis, teriakan, kekecewaan dan semua yang membalut luka
Adakah ia mendengar semua telah tertidur pulas dan tak mampu berdiri
Biarkan hingga ia mengerti
Dan membuka mata untuk menatap dunia
Biarkan semerbak angin malam menemani malam ini hingga
Semua terlupa dan terlewatkan
Bisikkan cinta kepadanya hingga ia terbangun dan menatap indah dunia
Lantunkan puisi indah padanya wahai langit tak berbintang
Hingga semua kebahagiaan menyertai dirinya dan diriku
Amin !!

Jakarta, 10 mei 2011

Advertisement

2 thoughts on “Tentang Rinduku Padamu Ibu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *