Beranda » Puisi Berpisah » aku manusia

aku manusia

Advertisement

Walau semenjak kita bertemu
Aku tak pernah sedikitpun bicara padamu
Namun saat itu aku yakin kau sungguh orang yang lembut
Tak cukup sampai disitu pujianku untuk mu waktu itu
Kupuja kau hingga aku merasa tak patas bersanding sebagai temammu
Saat itu hanya satu keyakinanku padamu
Kau yang pantas menjadi teman sehatiku
Hari pun berlalu tanpa aku sadari itu
Berbagai ujian yang ku alami,
Aku belum mendekatimu,
Tapi ….
AJAIB!!!!!
Hanya karna seuntai kalimat, aku bisa dekat denganmu
Petang itu serasa mendapat 1000 bunga mawar
Yang mampu menghiasi seluruh ruang dihatiku
Terlepas oleh itu semua,
Ternyata kau hianati aku
Pudarkan senyumku, patahkan semangatku
Tak hanya satu bunga yang kau buat layu
Namun semua bunga pemberinmu dan bahkan bunga-bunga yang tak bersalah Ikut layu.
TEGANYA KAMU!!!!!
Kini bukanlah seribu bunga mawar yang menghiasi relung hatiku
Namun petir dan hujan yang slalu menggenangi hatiku ini
Bayangan rasaa bersalah terus membayang-bayangi tidur malamku
Dia telah buat aku terpuruk,
Mengapa aku harus menyesalkannya?
Ini bukan salahku
Karna aku manusia yang memang wajar jika berbuat salah
Kata-kata kasar bertubi-tubi terlontarkan untukku
Serasa paku yang menusuk didadaku
Dalam hatiku hanya bisa menangis dan berseru
“ apa salahku?”
“aku bukan besi yang kuat menahan hinaan tanpa luka sedikitpun”
“aku bukan angin yang bisa menahan cacian dan pergi meninggalkan tanpa menghiraukannya begitu saja”
“aku manusia, tak mungkin luput dari kesalahan”

by:jamilatul mala

Advertisement

One thought on “aku manusia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *