Beranda » Puisi Cinta » tak terungkap, hanya tertulis

tak terungkap, hanya tertulis

Advertisement

Senyum itu tak kulihat
Suara itu tak kudengar
Rambut itu pun terikat
Yang biasa buatku berkorbar

Ingin berlabuh tuk mengejar
Untuk bertampak
Tapi apa daya tak bersuar
Hanya bisa merujuk

Ingin mendering
Untuk yang melayu
Tapi apa daya tak terawang
Karena terlalu menggebu

Ingin membelai
Seraya mengelus
Tapi apa daya tak tergapai
Sekarang, ku hanya bisa menulis

(dian a. noor)

Advertisement

2 thoughts on “tak terungkap, hanya tertulis

  1. “Negeri serakah” bertebaran manusia penjilat. Cari berbagai peluang. Tidak takut paa lakna. Dimatanya hanya uang. Rezeki haram langsung disantap. Dibelanjakan tuk maksiat. Prilakunya seperti rayap. Kerjanya selalu berganti siasat. Hidupnya jauh dari meratap. Terus merasa haus. Sifat serigala terus mellekat. Jiwa rakus tak pernah pupus. Jiwa serakah tambah menguat. Barang harampun jadi langganan. Tiada merasa sedikit iba. Barang halal jadi tak berkenan. Menjadikan dirinya manusia loba.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *