Beranda » Puisi Cinta » ku suka tapi kuterdiam

ku suka tapi kuterdiam

Advertisement

Kau begitu anggun
Rambut yang terurai
Memancarkan keindahan
Selaras dengan kau yang gemulai

Selayak mata memandang
Hati inipun memanah
Sejalan kau menghilang
Hati inipun gelisah

Lidah ini beku seribu kata
Seraya hati berdebar
Siapa yang bisa menyangka
Hati risau telah lebur

Ku diam membatu
Dalam hati berseteru
Senantiasa berseru
Untuk merayu

(karya : dian a. noor)

Advertisement

One thought on “ku suka tapi kuterdiam

  1. Seperti puisi dulu aku mengenalmu
    Dekat danau tenang, dekat rumput ilalang
    Matahari menyalakan kita
    Dalam kobaran rindu. Seperti puisi aku menyentuhmu
    Dengan jemari embun
    Seperti puisi
    Aku memandikanmu dalam pagi yang menggenang
    Betapa panjang jika harus kucatat dalam kalimat
    Atau kunyanyikan lewat balada
    Seperti puisi gairah ini kupadatkan, rindu ini
    Kukentalkan. Tahun-tahun kuringkas, abad-abad kusingkat
    Negeri-negeri kulebur, kekuasaan-kekuasaan kusulap
    Menjadi sekedar kesunyian
    Seperti dulu aku mengenalmu dekat danau tenang
    Dekat rumput ilalang
    Seperti puisi yang datang dan menghilang
    Jika kukenangkan sebuah pulau, laut dan langit
    Alangkah jauhnya kita:
    Aku telah menemukanmu dari dunia lain
    Tapi kau tak kunjung menjumpaiku di lagu-lagu
    Di ayat-ayat suci, di baris-baris puisi
    Padahal aku dekat sekali denganmu
    Bicara pada hatimu dan menjadi pakaian tidurmu
    Padahal aku sering menuntunmu ke sebuah pulau
    Bercerita tentang laut dan langit biru

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *