Beranda » Puisi Cinta » Andai Kubisa Teriak

Andai Kubisa Teriak

Advertisement

Serentetan bait-bait kehidupan di usia pernikahanku
kini menggalau syahdu
Kerikil-kerikil tajam mulai tersebar menghalangi jalanku
Kerongkonganku terasa kering kerontang, tercekat
Di sepanjang jalan yang kulalui
Tak kutemukan setetes air pelepas dahaga

Tuhan, andai kubisa teriak
Aku ingin teriak sekeras mungkin
Melepaskan lara yang berkecamuk di dada
Beribu pertanyaan ingin kulontarkan pada-Mu
Berharap segenggam asa

Tuhan, andai aku bisa teriak
Ingin aku teriak dihadapan dunia
memprotes ketidakadilan

Tuhan, apakah aku tak bisa hidup normal?!
Apa salahku pada-Mu?!

Aku ingin dimanja
Aku ingin disayang
Aku ingin disejukkan

Tuhan, andai aku mampu…..
Mampu untuk menampar dia
Mampu untuk meneriaki wajahnya
Mampu tuk meninjunya
Aku akan melakukannya
Namun…..inilah aku Tuhan
Seorang wanita yang tak berdaya
Yang takut meneriaki-Mu
Takut akan dosa

Aku kini hanya mampu menangis
Tak ada yang bisa kusesali
Aku telah memilih dia menjadi pasangan hidupku
Yang harus kujaga
sampai ku mati

Puisi ini karya : Widiarti Lestariningsih, S.Kom

Advertisement

2 thoughts on “Andai Kubisa Teriak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *