Beranda » Puisi Cinta » Teratai

Teratai

Advertisement

Bahwasanya terdapat satu harapan
Dan tertinggal dikejauhan pandangan mata sang teratai.
Menyendiri dengan sejuta kosong, adalah warna darinya.

Teratai itu terlalu jauh untuknya
Dan terlalu dekat pula untuknya
Serasa angan tertawan dalam senyap-senyap hari
Mengusung kepedihan untuk selalu bersamanya.

Teratai itu sungguh sederhana dengan segala keadaannya.
Senyumnya, gemulainya, langkahnya, hanya bisa dinikmati dengan keikhlasan cinta.
Sungguh sebuah kebodohan akannya
Yang tidak pernah tahu tentangnya.

Hanya sebuah pengertian dalam hening yang dirindukan
bersama itu datanglah wahai engkau teratai..,
Sudah cukup engkau membenamkan seluruh harapan dalam telagamu
Dekaplah dia dalam angannya, karena mungkin hanya itu
Yang bisa membuatnya hangat
Setelah sewindu terbenam dalam dinginnya telagamu.

Waktu terus berputar tanpa melihatnya dan melihatmu wahai teratai..,
Siang dan malam hanya teman kosong dihari-harinya
Memaknai sesuatu adalah wajar baginya
Dan engkau membawanya terhanyut,
Terhanyut oleh arus kesombonganmu, keangkuhanmu.

Walau terus terbuai dalam sajak-sajak tenang,
Wajah sang pujaan tetaplah hadir memberi semangat dalam jiwa
Sebab cinta hanya sebuah angan-angan

Teratai…,
Pengharapan akanmu masih mewangi disetiap sudut hari
Biarkan langkahnya memberi jejak-jejak tentangmu
Hinggga dikau ikuti kemana arahnya pergi
Dan rindupun bertemu dalam setiap syair-syairnya..,

Al Akbar

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *