Beranda » Puisi Berpisah » Jelaga hati

Jelaga hati

Advertisement

Angin telah berhenti berhembus direlung nafasku, kala pertama kau putuskan untuk berhenti memandangku.

Perlahan kau turunkan suhu dihatiku hingga akhirnya membeku, bahkan retorika kata yang kau sematkan di luap rasaku mulai usang dan tak bermutu

Aku tak ingin menggoda takdir dan membuatnya tersipu malu, tapi aku juga tak bisa lagi hanya diam menunggu angin datang padaku.

Kau tahu,
Aku ingin kembali melangkah, bukan untuk meninggalkanmu dalam sepi, tapi untuk memberi yang terbaik pada mimpi yang kita sulam di masing-masing hati.

Jadi, kita akhiri saja basa basi yang membuat kita terluka dan saling menyakiti.
[i]Kamu dengan jalanmu dan aku dengan jalanku.[/i]

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *