Beranda » Puisi Masa Lalu » mati rasa

mati rasa

Advertisement

mati rasakah aku,
bila ahirnya air mata ini membasahi pipiku
tatkala burung dara tak lagi iringi langkah ku, sinar mentari enggan menerpaku, rembulan enggan tersenyum padaku, dan tatkala kau pergi dari sisi ku berpaling dari tatapan ku yang sendu.
di balikj tangisku yang terisak pilu, kau teruskan langkah nistamu tanpa hiraukan aku.

Advertisement

2 thoughts on “mati rasa

  1. bagus siiiiiiiiiiiiiiiiiiiih puisi nya ,
    but kalo baca puisi itu aq jadi sedih niiiih . . .?

    x_x

  2. cinta adalah sekuntum bunga indah menawan xg membuaiku dengan peluk hangat kasih sayang lembut dekapan naluri pengertian dan ungkapan kebaikan dan kejujuran curahakn keidahan senyum kesetiaan rangkaian tenang bijak dalam rajutan kisah kehidupan…

    datanglh sejenak untuk ku cari makna arti diriku dalam kesekian mimpi indahmu…

    selama masih ada hangat suasana kesepian tiada lagikn bermakna…

    selama masih ada senyum ceria kebahagiaan kan selalu terasa..

    selama masih ada kebenaran mulia arah hidupkn selalu terjaga semuakn baik2 saja..

    selama masih ada cinta disana….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *