Beranda » Puisi Pesan » KISAH CINTAKU DENGAN PARSIEM

KISAH CINTAKU DENGAN PARSIEM

Parsiem
coba kita lihat, ada beberapa lubang yang ada
dan menguak sedari dulu
timbul bersama gulirnya waktu
Adalah setiap kekompakan kita
menjalin suatu masa
dan hubungan yang telah kita raih dimasa lalu

Kita sudah tua
kita tidak bisa berdusta
sebab kita punya nurani
satu yang kurasa
tapi tak pernah ku lihat
adalah kasihmu

Parsiem
ujudkan sesuatu yang selama ini kau janjikan
yang selama ini kau idamkan
dari semua cerita dan duka-duka yang sudah-sudah

Tatap aliran darahku yang sudah membeku
dengan umpan segepok uang
kau dapat ku kuasai
satu yang pernah ku lihat
tapi tak pernah ku rasa
adalah tubuhmu

Permainanku bukan suatu aturan
bukan suatu kabulan
bukan suatu kebetulan
sementara kau masih saja menggoyangkan pantatmu
diatas tubuhku

Parsiem
akulah jalang yang selama ini telah ternodai
dengan getaran halus
seharusnya telah kau temukan besi tua
yang akan menancap ditubuhmu
lalu kita bergumul dalam remang

Parsiem
tanpa cintapun
ku tahu kau pasti cinta
apalagi setelah ku remas-remas buahmu
sepertinya semakin ranum
cintamu semakin harum
seperti harumnya ketiakmu yang kau gosok-gosok ke hidungku

Marilah kita susun lagi baju yang terkoyak
sementara aku mandi dulu
sebab hari sudah semakin subuh
lalu kita pergi ke Kantor Urusan Agama
dan mengakhiri perzinahan ini

One thought on “KISAH CINTAKU DENGAN PARSIEM

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *